Jakarta – Aset fiber optik semua BUMN menjadi perbincangan hangat setelah diumumkan bahwa Telkom akan membuat “mesin duit” baru yang viral. Rencana ini diinisiasi oleh Danantara, yang mengarahkan semua BUMN untuk mengkonsolidasikan aset fiber optik mereka di bawah Telkom.
Direktur Utama TelkomGroup Dian Siswarini menjelaskan bahwa konsolidasi ini bukan hanya tentang fiber optik, tapi juga real estate dan aset lainnya. Fokus utama tahun ini adalah membuat InfraNexia menjadi fiberco yang mumpuni.
Menurut Budi Satria Dharma Purba, Direktur Wholesale & International Service Telkom, spin-off bisnis fiber optik Telkom ke InfraNexia diharapkan meningkatkan pendapatan dari jasa fiber optik untuk pihak ketiga menjadi 25-40 persen, dari hanya 15 persen saat ini.
Mesin duit baru ini diharapkan menjadi sumber kekayaan baru untuk semua BUMN yang berpartisipasi dalam konsolidasi aset fiber optik.
