Sinyal – Di pasaran, tersedia beragam jenis oli transmisi untuk mobil matik dengan tingkat kualitas yang berbeda. Selain oli bawaan pabrik, pemilik kendaraan juga bisa memilih oli transmisi aftermarket yang ditawarkan berbagai merek. Namun, pemilihan oli ini ternyata sangat mempengaruhi performa transmisi dan usia pakai komponennya.
Menurut Imun, pemilik bengkel spesialis Ford Trucuk Klaten, penggunaan oli transmisi berkualitas tinggi sangat dianjurkan, meski harganya lebih mahal. “Ini berkaitan dengan keawetan komponen dan performa kendaraan,” Rekomendasi Mereka.bacajugaHonor 400 Smart 5G Resmi Dirilis di Eropa, Usung Baterai Terbesar di Seri Honor 400
Imun mengatakan dirinya cenderung merekomendasikan merek seperti Castrol dan Q8 dibandingkan beberapa merek lain yang lebih terjangkau, seperti Idemitsu atau Shell.
“Bukan berarti yang lebih murah itu jelek, tapi kalau ingin menjaga kendaraan dalam jangka panjang, pilih yang benar-benar berkualitas,” jelasnya.
Perbedaan Performa dan Ketahanan
Kualitas oli transmisi diukur dari kemampuannya menjalankan fungsi utama: melumasi komponen dan berfungsi sebagai fluida.bacajugaWarga Cuci Motor Pakai Air Banjir, Padahal Berisiko Merusak Komponen
Oli standar: Umumnya memiliki daya tahan lebih pendek, sehingga harus diganti lebih cepat.
Oli berkualitas tinggi: Mampu bertahan hingga jarak tempuh sekitar 40.000 km sebelum perlu diganti.
Jika oli kualitas standar digunakan melebihi jarak tempuh yang disarankan, risiko yang dapat muncul antara lain:
Overheating pada transmisi
Keausan dini pada komponen internal












