Sinyal – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mencatatkan respons positif terhadap SUV terbarunya, Mitsubishi Destinator. Sejak debutnya di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, mobil ini langsung menjadi kontributor terbesar dalam perolehan pemesanan Mitsubishi di pameran tersebut.
Menurut Amiruddin, Sub Division Head of Sales Marketing & Logistic MMKSI, total pesanan Destinator selama gelaran GIIAS 2025 mencapai sekitar 3.000 unit. “Kami juga sedang mengumpulkan angka secara periodik dari dealer di beberapa area untuk memastikan data yang benar-benar akurat,” jelas Amir saat ditemui di Jakarta Pusat.
Meski sukses penjualan Destinator menggembirakan, sebagian pihak menilai kehadirannya berpotensi memengaruhi pasar Mitsubishi XForce. Pasalnya, kedua SUV ini memiliki desain mirip serta rentang harga yang tidak terlalu jauh.bacajugaGoogle Sindir Apple Lewat Iklan Pixel 10 Series, Soroti Fitur AI Siri yang Tak Kunjung Hadir
Namun, Amir menegaskan pihaknya telah mempersiapkan strategi agar kedua model ini tetap memiliki segmen konsumen masing-masing. “Setiap produk sudah dianalisa untuk memiliki unique selling point dan target pasar berbeda. Harapannya, tenaga penjual di dealer mampu menjelaskan perbedaan tersebut dengan jelas kepada calon konsumen,” ujarnya.
Saat ini, MMKSI juga tengah memantau apakah ada calon pembeli XForce yang akhirnya beralih ke Destinator.
Tiga Varian, Fitur Premium
Mitsubishi Destinator ditawarkan dalam tiga varian: GLS (Rp 385 juta), Exceed (Rp 405 juta), dan Ultimate (Rp 465 juta). Tersedia pula paket Premium pada varian Ultimate dengan tambahan harga Rp 30 juta, yang mencakup tiga fitur eksklusif: kursi pengemudi dengan pengaturan elektrik, pintu bagasi elektrik (electric tailgate), dan sistem audio premium dari Yamaha.bacajugaTak Perlu Jago Coding! GPT-5 OpenAI Bisa Bikin Game dan Website Seketika
Dengan angka penjualan awal yang mengesankan, Mitsubishi optimistis Destinator akan menjadi salah satu tulang punggung penjualan mereka di segmen SUV, sementara XForce tetap diposisikan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang berbeda.












