Berita  

Keracunan Massal MBG di Sragen: 251 Siswa dan Guru Terjangkit, Makanan Diduga Tidak Layak Konsumsi

Kasus keracunan massal kembali terjadi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Siyal – Kasus keracunan massal kembali terjadi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, insiden menimpa 251 siswa dan satu guru dari enam sekolah di Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, setelah mengonsumsi menu MBG yang disajikan pada Senin malam (11/8).

Data menunjukkan korban berasal dari:

SMPN 1 Gemolong: 97 siswa

SMPN 2 Gemolong: 61 siswa

SMPN 3 Gemolong: 1 siswa

SDN Gemolong: 66 siswa

SDN 4 Gemolong: 26 siswa

SDN 3 Gemolong: 1 siswa

1 orang guru turut mengalami gejala

Gejala Muncul Bergelombang

Gejala mual, pusing, nyeri perut, dan diare mulai dialami siswa sekitar pukul 19.00 WIB hingga dini hari. Beberapa korban harus dilarikan ke fasilitas kesehatan karena kondisinya cukup mengkhawatirkan.bacajugaOne Piece Berkibar, Kemendagri Akui Antusiasme Pengibaran Merah Putih Menurun Jelang HUT RI ke-80

Chelsi, siswi SMP, mengaku sejak awal sudah merasa ada yang aneh pada rasa dan kualitas makanan.

“Nasi kuningnya terasa sangat asin, tidak seperti biasanya. Telurnya juga rasanya berbeda,” ungkapnya kepada Tribun Solo, Selasa (12/8).

Faqih, siswi lainnya, menambahkan bahwa lauk telur yang ia makan memiliki bau amis, sementara sayur pendamping berupa timun dan selada dalam kondisi rusak dengan lubang-lubang hitam.

“Sayurnya sudah bolong-bolong hitam, saya tidak makan. Yang saya makan apel, nasi kuning, orek telur, sama susu. Nasinya asin dan nyegrak di tenggorokan,” ujarnya.

Menu MBG yang Bermasalah

Menu yang dikonsumsi korban diketahui terdiri dari nasi kuning, orek telur, timun, selada, apel, dan susu. Berdasarkan keterangan siswa, masalah terdapat pada:

Nasi kuning: terlalu asin dan menimbulkan sensasi nyegrak di tenggorokan

Telur: berbau amis, berbeda dari biasanya

Sayuran: timun dan selada berlubang hitam, tanda kemungkinan pembusukan atau serangan hama

Tindakan Cepat Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Sragen segera menghentikan operasional Dapur SPPG Mitra Mandiri Gemolong-1, pemasok menu MBG di sekolah-sekolah terdampak. Dinas Kesehatan setempat juga telah mengamankan sisa makanan untuk uji laboratorium.bacajugaPolres OKU Selatan Bersama Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah, Warga Antusias Sambut Harga Beras Terjangkau

Kasus ini menambah deretan insiden serupa sejak peluncuran program MBG pada 6 Januari 2025, yang sebelumnya terjadi di Penukal Abab Lematang Ilir (Sumatera Selatan), Kupang, Bogor, Bandung, Tasikmalaya, dan Sukoharjo.

Hasil uji sampel makanan belum diumumkan, namun otoritas kesehatan menegaskan akan mengevaluasi prosedur keamanan pangan program MBG secara menyeluruh.