sinyal – Ban motor adalah salah satu komponen penting dalam menjaga keselamatan berkendara. Meski banyak pengendara menunggu ban benar-benar habis atau “botak” sebelum mengganti, nyatanya ban memiliki usia pakai dan masa kedaluwarsa tertentu.
Dilansir dari Planet Ban, rentang ideal penggunaan ban motor adalah 10.000 hingga 20.000 kilometer. Namun, selain jarak tempuh, ada beberapa indikator lain yang menunjukkan bahwa ban sudah waktunya diganti.
- Tapak Ban Menipis
Indikator paling umum adalah keausan pada tapak ban. Saat tapak menipis, daya cengkeram ke jalan akan berkurang drastis. Hal ini dapat menyebabkan:
Pengereman kurang optimal
Motor jadi tidak stabil
Risiko selip meningkat
Periksa Tread Wear Indicator (TWI) — tonjolan kecil di alur ban. Jika permukaan ban sudah sejajar atau sangat dekat dengan TWI, maka ban harus segera diganti.baca jugaLegenda Kembali: Yamaha RX King 2024 Dengan Fitur Modern
- Retakan atau Benjolan
Retakan kecil atau benjolan di ban bisa timbul karena usia ban, medan ekstrem, atau terkena benda tajam. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan ban pecah saat motor melaju kencang atau menikung tajam.
- Usia Ban Lebih dari 5 Tahun
Walaupun jarang dipakai dan tapaknya masih terlihat bagus, ban motor yang sudah berusia lebih dari lima tahun sebaiknya diganti. Seiring waktu, material ban akan:
Mengering
Kehilangan elastisitas
Menjadi getas dan mudah pecah
Ban yang kering atau memudar warnanya adalah tanda material sudah menurun kualitasnya dan tak lagi aman digunakan.baca jugaMOTOR MOGOK DI TENGAH BANJIR, POLISI KEDIRI KOTA LANGSUNG BERAKSI
- Kerusakan Struktural atau Tambalan Berulang
Jika ban mengalami kerusakan parah seperti sobekan besar atau harus ditambal berulang kali, itu tanda bahwa ban sudah tidak layak pakai. Kerusakan struktural dapat mengganggu integritas ban dan meningkatkan risiko kecelakaan.












