Sinyal – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok di sektor kecerdasan buatan (AI) kembali memanas setelah tujuh senator dari Partai Republik mengajukan kekhawatiran serius terkait DeepSeek, AI asal Tiongkok yang belakangan ini mencuri perhatian dunia. Para senator menuding DeepSeek berpotensi menjadi ancaman keamanan nasional karena diduga dapat mengirimkan data sensitif ke pemerintahan Tiongkok.
Kekhawatiran dan Latar Belakang
DeepSeek menjadi sorotan sejak peluncuran model R1 pada akhir Januari 2025. Model ini menunjukkan lompatan besar dalam kemampuan AI generatif buatan Tiongkok, yang menurut para pengamat, mulai menyaingi bahkan melampaui produk-produk terkemuka dari AS dalam beberapa aspek. Popularitasnya sempat memicu gejolak pasar, dengan saham sejumlah perusahaan AI Amerika mengalami penurunan tajam.bacajugaSamsung Rilis Fitur Deteksi Penipuan Suara AI untuk Melindungi Pengguna
Kekhawatiran di AS bukan hanya soal persaingan teknologi, tetapi juga potensi risiko keamanan. Dalam surat resmi yang ditujukan kepada pemerintah, para senator – di antaranya John Justed, Tedd Budd, John Cornyn, Marsha Blackburn, Bill Cassidy, John Curtis, dan Todd Young – meminta agar pemerintah memprioritaskan pengembangan dan adopsi AI domestik, sekaligus mempertimbangkan pembatasan atau investigasi terhadap AI impor, khususnya dari Tiongkok.
Dugaan Pengiriman Data Sensitif
Para senator menduga DeepSeek dapat memanfaatkan layanannya untuk mengumpulkan data pengguna di luar negeri, lalu mengirimkan informasi tersebut ke pemerintah Tiongkok. Kekhawatiran ini mencerminkan pola tuduhan lama yang pernah diarahkan pada beberapa perusahaan teknologi Tiongkok lainnya, termasuk dalam kasus perangkat telekomunikasi dan aplikasi populer.bacajugaApple Tegaskan Tidak Pernah Memfavoritkan Aplikasi AI Tertentu di App Store
Tanggapan Tiongkok
Pemerintah Tiongkok sejauh ini menolak keras tuduhan tersebut. Mereka menegaskan tidak melakukan spionase siber melalui perusahaan teknologi yang beroperasi di luar negeri, termasuk DeepSeek. Tiongkok juga menuduh AS menggunakan isu keamanan nasional sebagai alat untuk membatasi persaingan dan melindungi dominasi perusahaan teknologi Amerika.
Implikasi terhadap Hubungan AS–Tiongkok
Jika investigasi resmi diluncurkan, hal ini berpotensi memperburuk hubungan perdagangan dan teknologi antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut. Pembatasan terhadap DeepSeek bisa memicu langkah balasan dari Tiongkok, seperti melarang atau membatasi layanan AI asal Amerika di pasar domestik mereka.bacajugaPoco M7 Plus Resmi Meluncur: Baterai 7.000 mAh, Layar 6,9 Inci, dan Snapdragon 6s Gen 3
Bagi industri AI global, kasus ini menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga menimbulkan tantangan geopolitik dan regulasi yang kompleks. Seiring dengan berkembangnya kemampuan AI, isu keamanan data dan kontrol atas teknologi strategis diperkirakan akan menjadi medan persaingan utama antara kekuatan besar dunia.












