Jakarta – Telkom telah mengalami perubahan drastis dari tanpa keuntungan sampai jutaan rupiah dengan mesin duit baru mereka. Rencana ini melibatkan konsolidasi aset fiber optik semua BUMN di bawah InfraNexia, yang diharapkan meningkatkan pendapatan dari jasa fiber optik untuk pihak ketiga menjadi 25-40 persen.
Direktur Utama TelkomGroup Dian Siswarini menjelaskan bahwa konsolidasi ini adalah arahan dari Danantara, dan fokus utama tahun ini adalah membuat InfraNexia menjadi fiberco yang mumpuni.
Menurut Budi Satria Dharma Purba, Direktur Wholesale & International Service Telkom, spin-off bisnis fiber optik Telkom ke InfraNexia adalah langkah pertama untuk membuka nilai aset fiber optik yang ada.
Mesin duit baru ini diharapkan menjadi sumber kekayaan baru untuk semua BUMN yang berpartisipasi dalam konsolidasi aset fiber optik.












