Air Radiator Habis di Jalan, Bolehkah Menggunakan Air Biasa?

Ilustrasi cek coolant radiator.

sinyal – Kehabisan cairan pendingin (coolant) saat berkendara bisa dialami siapa saja, terutama di kondisi lalu lintas padat dan cuaca panas. Minimnya aliran udara ke radiator membuat suhu mesin cepat meningkat.

Jika sistem pendingin kurang optimal—misalnya radiator kotor atau kipas lemah—coolant dapat mendidih dan keluar melalui saluran pembuangan. Selain itu, coolant juga bisa berkurang akibat kebocoran selang, tutup radiator aus, atau kerusakan water pump.

Bolehkah Pakai Air Biasa?

Dalam situasi darurat, sebagian pengemudi menuang air biasa ke radiator agar perjalanan bisa dilanjutkan. Menurut Fendi, Director PT Autokooling Jaya Nusantara (distributor resmi Koyorad di Indonesia), langkah ini sebaiknya hanya dilakukan sekali-sekali dalam kondisi terpaksa.bacajugaHonda Bocorkan Mesin V3 Supercharger, Siap Jadi Andalan Motor Sport Terbaru

Air sumur atau air keran mengandung mineral dan kotoran yang dapat menimbulkan karat dan endapan di saluran pendingin. Dampaknya, aliran cairan pendingin terganggu dan kinerja radiator menurun.

“Kalau sekali dua kali saat darurat mungkin aman, tapi jangan dijadikan kebiasaan,” ujar Fendi.

Risiko Menggunakan Air Biasa

Penyumbatan saluran radiator akibat endapan mineral

Korosi pada komponen logam karena tidak adanya zat aditif pelindung

Kerusakan water pump dan keausan dinding radiator lebih cepat

Langkah Setelah Kondisi Darurat

Jika terpaksa menggunakan air biasa, Fendi menyarankan segera menguras radiator (flushing) dan menggantinya dengan coolant sesuai rekomendasi pabrikan.bacajugaWuyang Honda Rilis Motor Listrik Murah Honda U-Be, Harga Mulai Rp 6 Jutaan

“Setelah perjalanan darurat selesai, langsung bawa ke bengkel, jangan tunggu sampai bermasalah,” katanya.

Tips Perawatan Radiator

Gunakan coolant sesuai rekomendasi pabrikan

Lakukan pengurasan radiator setiap 30.000 km atau maksimal dua tahun sekali

Periksa sistem pendingin secara rutin, terutama sebelum perjalanan jauh

Dengan perawatan yang tepat, risiko kerusakan radiator dapat diminimalkan, dan performa mesin tetap optimal meski sering digunakan di kondisi macet atau perjalanan panjang.