Sinyal – Sebuah laporan terbaru dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) berjudul “Survei APJII: Profil Internet Indonesia 2025” mengungkap temuan menarik. Generasi Z (mereka yang berusia 12-27 tahun) menjadi kelompok paling aktif di Indonesia dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI), terutama untuk tujuan pembelajaran.
AI dan Gen Z: Penggunaan untuk Pendidikan dan Lainnya
Survei yang melibatkan 8.700 responden di 38 provinsi ini menunjukkan bahwa mayoritas Gen Z menggunakan AI untuk menunjang edukasi mereka. Sebanyak 49,89% Gen Z mengakses AI untuk belajar, seperti menggunakan chatbot pendidikan dan kursus berbasis AI.bacajugaSamsung Rilis Fitur Deteksi Penipuan Suara AI untuk Melindungi Pengguna
Selain untuk belajar, Gen Z juga memanfaatkan AI untuk beberapa hal lain:
Hiburan: Seperti membuat video atau gambar AI (25,89%).
Produktivitas: Untuk penulisan otomatis dan analisis data (12,21%).
Asisten Virtual: Menggunakan asisten seperti Siri atau Google Assistant (11,58%).
Secara keseluruhan, Gen Z tercatat sebagai generasi dengan tingkat adopsi AI tertinggi di Indonesia, mencapai 43,7%. Angka ini jauh di atas kelompok usia lainnya seperti Milenial (22,3%), Gen X (12,8%), dan Baby Boomers (8,9%).bacajugaSurvei APJII 2025: Shopee dan TikTok Shop Dominasi Pasar Toko Online Indonesia
Alasan Banyak Gen Z Belum Pakai AI
Meski tingkat adopsinya tinggi, masih ada 56,3% Gen Z yang mengaku tidak menggunakan AI. Beberapa alasan utamanya adalah:
Belum tahu atau belum terpapar AI (46,56%).
Merasa tidak membutuhkan konten AI (22,68%).
Tidak tahu cara menggunakannya (15,5%).
Belum menemukan layanan AI yang menarik (5,88%).
Laporan ini juga menyoroti hambatan spesifik, seperti biaya kuota internet yang mahal (38,75%) dan ketiadaan akses internet di wilayah tempat tinggal mereka (30,14%). Ini menunjukkan bahwa meskipun Gen Z memiliki minat tinggi terhadap AI, tantangan infrastruktur dan literasi digital masih menjadi kendala.












